…pokoknya aku gak mau sekolah mah!!!

March 11, 2008 at 6:05 pm Leave a comment

Menagatasi Anak Mogok Sekolah Melalui Metode Family Centred Teraphy

Oleh :

Imam Affandi, S.Psi, MM

 

Wah…wah…wah…. kalimat seperti itu nampaknya sering kita dengar dan bahkan mungkin sering juga kita saksikan ditengah lingkungan sekitar kita.  apalagi bagi mereka yang memiliki anak yang masih berusia dibawah 5 tahun mungkin hal ini menjadi masalah “besar” bagi ortu.

Masalah mogok sekolah ini adalah hal yang wajar dan lumrah terjadi pada anak-anak. pada masa ini adalah masa orientasi psikologis dan sosial bagi anak ditengah lingkungan sosialnya. tetapi jika masalah itu berlanjut dan cenderung menetap hingga hitungan 3 bulan berarti ada “gangguan” psikologis.

Gangguan psikologis ini adalah reaksi psikologis yang distimulasi dari lingkungan terdekat anak yang un comfotable sehingga anak memunculkan perilaku baru yang dianggap nyaman bagi dirinya. Imbas dari reaksi psikologis itu termanifestasi dalam bentuk konasi yaitu “mogok sekolah”

Nah kalau si kecil sudah mogok sekolah, tentunya “bunda” khawatir banget dan bingung cari cara untuk merayu agar si kecil mau sekolah lagi. Jika hal-hal ini terjadi pada anak Anda, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melalui identifikasi masalah, seperti bagaimana persepsi dan kondisi lingkungan sekolah yang terjadi menurut anak. pancing agar anak mau bercerita tapi ingat….!!! tidak boleh evaluatif atau “mendikte”. pergunakan bahasa yang mudah dimengerti dan komunikatif 2 arah agar terbangun pemahaman antara anak dengan anda dan disarankan biasakan memanggil “nama” bukan dengan sub status pada anak (seperti adik, mas, mbak dll).

posisikan anak sebagai “mitra/teman komunikasi” bukan sub ordinat yang harus selalu patuh dan taat tanpa adanya unsur edukatif. karena sesungguhnya anak adalah “satu individu yang utuh dan unik” yang memiliki karakteristik dan kepribadian tersendiri. jadi jangan di “bentuk” atau dipaksa sesuai dengan keinginan orangtua.

berikan pengakuan akan keberadaan anak ditengah keluarga dengan mengajak bicara, bermain, bercerita, menonton TV bersama, makan bersama dan sebagainya. berikan reward dan punishmen yang proporsional dan edukatif jangan berlebihan. Dengarkan keluh kesah anak dan berikan penguatan moril jangan memotong pembicaraan yang disampaikan anak atau menjustifikasi sehingga anak semakin bingung.

bangun dan buatlah sebuah habbits baru dengan mencontohkan perilaku yang positif dan dapat dijadikan modeling bagi anak. cara membangun dan membentuk habbits baru adalah dapat dilakukan melalui pembagian tugas dan dikerjakan bersama-sama secara adil dan proporsional bukan dengan model instruktif. Memberitahu dan mencontohkan perileku yang positif dari perilaku negatif yang dimunculkan anak, buikan dengan evaluatif. terakhir catatlah setiap perubahan perilaku anak selama menjalani terapi ini. memang sangat dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

 

Penulis adalah Psikolog di Lembaga Hasiibu Counsulltan Malang

 

misalkan

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Ancaman Global Warming Dalam Kehidupan Manusia Energi Bawah Sadar Ditulis oleh Imam Afandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 35,789 hits
March 2008
M T W T F S S
« Feb   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pages

Top Clicks

  • None

Stat


%d bloggers like this: