Ancaman Global Warming Dalam Kehidupan Manusia

February 17, 2008 at 11:05 pm 2 comments

Ancaman Global Warming Bagi Manusia

oleh :

Imam Affandi,S.Psi, MM

Indonesia yang terletak di equator, merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Perubahan iklim dapat dirasakan pada daerah dataran tinggi dan kawasan pegunungan yang kini tak lagi sedingin dulu. Iklim pun kian sulit diprediksi dengan tepat. Bencana global yang akan dialami seluruh umat manusia di muka bumi ini sejatinya justru dipicu aktivitas manusia itu sendiri, yang secara luar biasa telah mengeruk alam sedemikian rupa. Akibatnya alam pun mulai berontak sehingga bumi memanas dan iklim berubah secara global.Perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global telah menjadi isu besar di dunia. Mencairnya es kutub utara dan kutub selatan yang akan menyebabkan kepunahan habitat di sana merupakan bukti dari pemanasan global. Deretan bencanapun kian panjang dan beragam hilih berganti seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, gagal tanam dan panen hingga konflik-konflik horizontal didalam masyarakat. Pengaruh pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim, antara lain terlihat dari curah hujan di bawah normal, sehingga masa tanam terganggu, dan meningkatnya curah hujan di sebagian wilayah. Kondisi tata ruang, daerah resapan air, dan sistem irigasi yang buruk semakin memicu terjadinya banjir, termasuk di area persawahan. Sebagai gambaran, pada 1995 hingga 2005, total tanaman padi yang terendam banjir berjumlah 1.926.636 hektare. Dari jumlah itu, 471.711 hektare di antaranya mengalami puso. Sawah yang mengalami kekeringan pada kurun waktu tersebut berjumlah 2.131.579 hektare, yang 328.447 hektare di antaranya gagal panen[1]Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa[2] Pemanasan global ini juga disebabkan kegiatan manusia yang mengasilkan emisi gas rumah kaca dari industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik bahkan menggunaan listrik berlebihan. Emisi gas yang terus terjadi ini akan jadi semacam selimut bagi bumi yang menghalangi panas matahari  dpantulkan keluar bumi  dan gas rumah kaca menghasilkan gas-gas organik nonmetan yang mudah menguap karena terdiri dari karbon dioksida (CO2), Metan (CH4), dinitrogen oksida (N2O), dan Nitrogen Oksida (NOX).[3] Artinya bahwa realitas alam saat ini sudah mulai hilang kekuatannya dari struktur-struktur komponen utamanya. Bumi semakin tua usianya dan panas kini makin terasa.Hal ini juga yang membuat Presdien Susilo Bambang Yudoyono gerah, beliau mengatakan bahwa kita sendiri juga menyadari telah menderita akibat global warming, seperti adanya berbagai bencana di tanah air”. [4] Dalam analisis                      Eep saefulloh Fatah bahwa pada tahun 2010 permukaan air laut diestimasikan sudah merambah masuk kedaratan. Pada tahun 2020 sebagian Bandara Soekarno Hatta sudah mulai tergenangi air laut bahkan pada tahun 2050 permukaan air laut sudah mengancam kawasan Monumen Nasional di Pusat Ibu Kota Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut [5].Jutaan jiwa penduduk Asia Pasifik terancam kehilangan tempat tinggal pada 2070 akibat peningkatan permukaan air laut. Negara-negara yang berisiko paling tinggi adalah Bangladesh, India, Vietnam, China, dan pulau-pulau di Pasifik. Demikian terungkap dalam laporan perubahan iklim yang dirilis badan ilmiah tertinggi Australia.[6]Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) memperkirakan, pemanasan global di wilayah Asia Pasifik dapat menyebabkan permukaan air laut meningkat hingga 16 cm pada 2030 dan pada 2070 permukaan air laut bisa meningkat hingga 50 cm. Peningkatan temperatur juga memicu peningkatan curah hujan pada musim kemarau di Asia. Akibatnya, wilayah-wilayah yang terpengaruh berisiko lebih sering dilanda badai tropis dan banjir. ”Secara umum, pantai-pantai negara-negara di wilayah Asia Pasifik sangat rawan terkena dampak negatif perubahan iklim[7]. Ancaman paling besar adalah peningkatan permukaan air laut akibat pemanasan global,” menurut laporan CSIRO bahwa peningkatan 20–50 cm permukaan air laut,  dapat terjadi di garis pantai berjarak total 100.000 km. Pantai-pantai yang terancam tenggelam terutama adalah Delta Mutiara di China dan Delta Bangladesh. Akibatnya, ratusan jiwa penduduk setempat terancam kehilangan tempat tinggal. Laporan tersebut juga mengungkapkan, peningkatan permukaan air laut dan curah hujan berisiko memicu wabah penyakit menular di wilayah-wilayah yang terpengaruh. Karena itu, ratusan juta jiwa penduduk yang terkena bencana berisiko terserang malaria dan demam berdarah[8].



[1] http://www.tempointeraktif.com

[2] http:///.www. Kompas.com dalam Pemanasan Global, Pro dan Kontra

[3] Kompas, 28 September 2007 Dalam tajuk Mencegah Pulau Agar Tak Tenggelam

[4] Kompas, 25 September 2007 hal 15
[5] Kompas, 25 September 2007 dalam tajuk analisis politik

[6] Jawa Post 28 November 2007

[7] Ibid

[8] Ibid

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Kebijakan Dinas Perhutani Dalam Upaya Menanggulangi Pembalakan Hutan Diwilayah Propinsi Jawa Timur (Studi di KPH Malang) …pokoknya aku gak mau sekolah mah!!!

2 Comments Add your own

  • 1. lazir  |  February 21, 2008 at 6:58 am

    Ngeri juga kalo baca artikel tentang Global warming nggak ada bagusnya, malahan semua gedung di kota besar berlomba membangun gedung kaca yang luar biasa bagusnya dan itu juga jadi alasan pemilik perusahaan untuk adu gengsi, heeee… padahal mereka pastinya sadar akan dampak gedung mereka, ya khan ?

    Reply
  • 2. lazir  |  February 21, 2008 at 7:00 am

    tambah lagi ! kalo yang sadar aja nggak menghiraukan apa lagi yang ngak sadar dan nggak ngerti! pada tutup mata kale….!🙂

    http://efendirizal.wordpress.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 35,789 hits
February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Pages

Top Clicks

  • None

Stat


%d bloggers like this: